Bulan,
Ingatkah kau pada seorang gadis kecil
Gadis yang lugu dan tiada kenal dunia luas
Gadis yang slalu mengagumi sejuknya cahyamu
Yang cerianya slalu membangkitkan inspirasi
Bagi orang-orang terkasihnya
Bulan,
Gadis kecilmu itu tlah jadi kembang perawan
Yang mulai mengenal onak duri dunia
Mengenal matahari yang terik
Awan yang kelam membenam
Bulan,
Masih inginkah kau dalam pandangannya
Lalu dia bersyair untukmu
Bersyair mengagumi penciptamu
Lalu cinta mayanya
Bulan,
Dengar syairnya yang ku gores kini
Mengertikah kau maknanya
Mata gadis itu menulis berbinar
Pipinya merah malu
Sejenak tersenyum sendiri
Bulan,
Gadis kecilmu itu tengah jatuh cinta
Cinta semunya di gambarkan sebagai engkau
Bulan,
Tahukah kau keraguan dalam hatinya
Adakah cintanya nyata
ADakah ia salah ketika merasa
Bulan,
Hanya kau yang setia
Sampaikan pada Dzat penciptamu
Tentang cinta gadis kecil itu
Bulan,
Bawalah kabarmu segera
Kabar nyata dari Dzat maha perkasa
Untuk hidup sejai gadis kecilmu
Oh Bulan,
Ajarkan cinta sejati pada si gadis
Ajarkan cinta hakiki yang hanya bagi ILLAHI
Oh Bulan
Kaulah yang mengerti
Bulan oh bulan
selamat Datang
Senin, 13 April 2009
Tentang Hidup dan Cinta
OH BULAN
Puisi When I hate someone

PANJI-PANJI CINTA
Matamu memancarkan sinar penuh kemenangan
Bibirmu memamerkan senyum keangkuhan
Langkahmu meniti seolah kaulah terhebat
Dayamu kau buat seolah kau paling sempurna
Kau penuhi pikirmu
Kau selalu jadi pujaan bagi setiap netra mamandang
Kau rasuki anggapmu
Kau tersanjung oleh syair-syair indah dari beribu dara
Puaskah kau?
Dengan cerita picisanmu sendiri…
Banggakah kau?
Dengan senyum getirmu itu
Yakinkah kau?
Apa kau bertahta atas sanjungan para jelita?
Apa yang kau mampu sejatinya?
Menebar kepalsuan?
Meletakkan sinar rayuan?
Mengharap sanjungan?
Atau
Sekedar berdiri bersama panji-panji cinta yang kau punya
Ah…dasar Klise!!!
Seberapa lama kau kibarkan panji-panjimu itu?
Sepanjang hayatmu kah?
Sepanjang kau punya pesona kah?
Ah…dasar pecundang!!!
Buang saja panji-panji cintamu itu
Aku tak ingin memandangnya
Hanya kelam dan kusam yang ku pandang darinya
Aku tak butuh
Matamu memancarkan sinar penuh kemenangan
Bibirmu memamerkan senyum keangkuhan
Langkahmu meniti seolah kaulah terhebat
Dayamu kau buat seolah kau paling sempurna
Kau penuhi pikirmu
Kau selalu jadi pujaan bagi setiap netra mamandang
Kau rasuki anggapmu
Kau tersanjung oleh syair-syair indah dari beribu dara
Puaskah kau?
Dengan cerita picisanmu sendiri…
Banggakah kau?
Dengan senyum getirmu itu
Yakinkah kau?
Apa kau bertahta atas sanjungan para jelita?
Apa yang kau mampu sejatinya?
Menebar kepalsuan?
Meletakkan sinar rayuan?
Mengharap sanjungan?
Atau
Sekedar berdiri bersama panji-panji cinta yang kau punya
Ah…dasar Klise!!!
Seberapa lama kau kibarkan panji-panjimu itu?
Sepanjang hayatmu kah?
Sepanjang kau punya pesona kah?
Ah…dasar pecundang!!!
Buang saja panji-panji cintamu itu
Aku tak ingin memandangnya
Hanya kelam dan kusam yang ku pandang darinya
Aku tak butuh
Puisi Cinta
Sajak Cinta
Ku rangkai setiap katanya bersama cinta
di dalamnya terukir makna cinta
dan ku ingin dengan cinta pula
sajak ini ku berikan untuk yang ku cinta
Langganan:
Postingan (Atom)
