selamat Datang

selamat Datang

Jumat, 04 September 2009

Lemuria

Lemuria, Benua Yang Hilang

SELAIN Atlantis, ternyata masih ada peradaban serupa yang diduga
mengalami nasib yang sama dengan Atlantis. Lemuria atau Mu merupakan
peradaban kuno yg muncul terlebih dahulu sebelum peradaban Atlantis.
Para peneliti menempatkan era peradaban Lemuria disekitar periode
75.000 SM – 11.000 SM. Jika dilihat dari periode itu, Bangsa Atlantis
dan Lemuria seharusnya pernah hidup bersama selama ribuan tahun
lamanya. Gagasan Benua Lemuria terlebih dahulu eksis dibanding
peradaban Atlantis dan Mesir Kuno dapat diperoleh penjelasannya dari
sebuah karya Augustus Le Plongeon (1826-1908),seorang peneliti dan
penulis pada abad ke -19 yang mengadakan penelitian terhadap situs2
purbakala peninggalan Bangsa Maya di Yucatan.
Informasi tersebut diperoleh setelah keberhasilannya menterjemahkan
beberapa lembaran catatan kuno peninggalan Bangsa Maya. Dari hasil
terjemahan,diperoleh beberapa informasi yang menunjukkan hasil bahwa
Bangsa Lemuria memang berusia lebih tua daripada peradaban nenek moyang
mereka (Atlantis). Namun dikatakan juga,bahwa mereka pernah hidup dalam
periode waktu yang sama, sebelum kemudian sebuah bencana gempa bumi dan
air bah dasyat meluluh lantahkan dan menenggelamkan kedua peradaban
maju masa silam tersebut.
Hingga saat ini,letak dari Benua Lemuria pada masa silam masih menjadi
sebuah kontroversi,namun berdasarkan bukti arkeologis dan beberapa
teori yang dikemukakan oleh para peneliti,kemungkinan besar peradaban
tersebut berlokasi di Samudera Pasifik (disekitar Indonesia sekarang).
Banyak arkeolog mempercayai bahwa Easter Island atau Pulau Paskah yang
misterius itu merupakan bagian dari Benua Lemuria. Hal ini jika
dipandang dari ratusan patung batu kolosal yang mengitari pulau dan
beberapa catatan kuno yang terukir pada beberapa artifak yang mengacu
pada bekas-bekas peninggalan peradaban maju pada masa silam.
Mitologi turun temurun para suku Maori dan Samoa yang menetap di
pulau-pulau disekitar Samudera Pasifik juga menyebutkan bahwa dahlulu
kala pernah ada sebuah daratan besar besar di Pasifik yang yang hancur
diterjang oleh gelombang pasang air laut dasyat (tsunami),namun
sebelumnya bangsa mereka telah hancur terlebih dahulu akibat
peperangan. Keadaan Lemuria sendiri digambarkan sangat mirip dengan
peradaban Atlantis,memiliki tanah yang subur,masyarakat yang makmur dan
penguasaan terhadap beberapa cabang ilmu pengetahuan yang mendalam.
faktor-faktor tersebut tentunya menjadi sebuah landasan pokok bagi
Bangsa Lemuria untuk berkembang pesat menjadi sebuah peradaban yang
maju dan memiliki banyak ahli atau ilmuwan yang dapat menciptakan suatu
trobosan baru dalam Ilmu pengetahuan dan Teknologi mereka. Seperti
banyak dikemukakan oleh beberapa pakar spiritual dan arkeologi ,bahwa
bangsa Lemurian dan Atlantean menggunakan crystal secara intensif dalam
kehidupan
Edgar Cayce,Seorang spiritualis Amerika melalui ilmu cenayangnya
berkali-kali mengungkapkan hal yang sama. Kuil-kuil Lemuria dan
Atlantis menempatkan sebuah kristal generator raksasa yang dikelilingi
kristal-kristal lain, baik sebagai sumber tenaga maupun guna berbagai
penyembuhan. Banyak info mengenai Atlantis dan lemurian diperoleh
dengan men-channel kristal-kristal 'old soul' yang pernah digunakan
pada kedua jaman ini. Beberapa monumen batu misterius berhasil
ditemukan di bawah perairan Yonaguni,Jepang. Mungkinkah monumen-monumen
itu merupakan sisa-sisa dari peradaban Lemuria?
Namun, berbeda dengan bangsa Atlantis yang lebih mengandalkan
fisik,teknologi dan gemar berperang, bangsa Lemuria justru dipercaya
sebagai manusia-manusia dengan tingkat evolusi dan spiritual yang
tinggi, sangat damai dan bermoral. Menurut Edgar Cayce,munculnya
Atlantis sebagai suatu peradaban super power pada saat itu (kalau
sekarang mirip Amerika Serikat begitulah) membuat mereka sangat ingin
menaklukkan bangsa-bangsa di dunia,diantaranya Yunani dan Lemuria yang
dipandang oleh para Atlantean sebagai peradaban yang kuat.
Berbekal peralatan perang yang canggih serta strategi perang yang
baik,invansi Atlantis ke Lemuria berjalan seperti yang diharapkan.
Karena sifat dari Lemurian yang menjunjung tinggi konsep
perdamaian,mereka tidak dibekali dengan teknologi perang secanggih
bangsa Atlantean, sehingga dalam sekejap,Lemuria pun jatuh ke tangan
Atlantis. Para Lemurian yang berada dalam kondisi terdesak,ahirnya
banyak meninggalkan bumi untuk mencari tempat tinggal baru di planet
lain yang memiliki karakteristik mirip bumi,mungkin keberadaan mereka
saat ini belum kita ketahui (ada yang mengatakan saat ini mereka
tinggal di Planet Erra/Terra digugus bintang Pleiades).
Mungkin kisah para Lemurian yang meninggalkan bumi untuk menetap di
planet lain ini sedikit tidak masuk akal,tapi perlu kita ketahui bahwa
teknologi mereka pada saat itu sudah sangat maju,penguasaan teknologi
penjelajahan luar angkasa mungkin telah dapat mereka realisasikan di
jauh-jauh hari.Tentunya penguasaan teknologi yang sama pada era
peradaban kita ini, belum bisa disandingkan dengan kemajuan teknologi
yang mereka ciptakan. Dari sekelumit kisah yang diuraikan, dapat
ditarik kesimpulan bahwa para Lemurian tidak musnah oleh bencana gempa
bumi dan air bah seperti yang dialami oleh para Atlantean,namun karena
peranglah yang membuat sebagain dari mereka berguguran.
Sementara semenjak kekalahannya oleh bangsa Atlantis,otomatis wilayah
Lemuria dikuasai oleh para Atlantean, sampai saat ahirnya daratan itu
diterpa oleh bencana yang sangat dasyat yang kemudian menenggelamkannya
bersama beberapa daratan lainnya,termasuk diantaranya Atlantis itu
sendiri.

cerita tentang lemuria
Atlantis bukanlah satu-satunya tanah legenda yang lenyap di bawah lautan.
Terdapat kisah dua benua yang hilang seluruhnya tanpa bekas, masing2
jauh lebih besar dari Atlantis dan masing2 pada suatu saat pernah
disebut sebagai tempat kelahiran umat manusia.
Nama kedua "Taman Eden" itu adalah Mu dan Lemuria. Mu konon terletak di Lautan Pasifik dengan luas 2 kali lipat Australia. Lemuria menurut
legenda pernah menempati bagian terbesar dari Samudra Hindia dan
menghubungkan Afrika dengan Malaysia.
Teori tentang Mu dikemukakan oleh Kolonel James Churchward pada tahun
1870, yang menyatakan bahwa saat ia dinas pada satuan tentara Bengal
Lancers di India (yang pada waktu itu masih dijajah Inggris) ia
diberitahu tentang benua yang hilang oleh padri2 Hindu. Kepadanya
ditunjukkan beberapa prasasti batu yang telah hilang ketika itu. Ia
juga diajari memahami bahasa yang dilupakan orang, bahasa
Naacal.Churchward juga berkata ia juga telah menemukan prasasti batu
yang identik dengan prasasti tersebut di atas. Menurut prasasti itu Mu
telah lenyap ke dalam laut karena sebuah musibah alam 12.000 tahun yang
lalu, mengakibatkan kematian 64.000.000 rakyatnya. Legenda tentang Mu
ditanggapi dengan serius pada waktu itu.
Sebuah cerita yang lebih masuk akal adalah cerita tentang Lemuria. Nama
itu diciptakan oleh ahli zoologi Inggris abad ke-19, Prof. Philip
Sclater. Nama itu berasal dari Lemur, binatang sejenis kera tapi
bermuka seperti luwak dan berambut tebal. Binatang ini mencari mangsa
pada malam hari dan terutama terdapat di Madagaskar. Terdapatnya fosil
Lemur dan fosil binatang2 lainnya, baik yang ada di Afrika maupun di
Malaysia itulah yang menyebabkan Sclater mempercayai legenda tentang
adanya benua yang hilang di Samudra Hindia. Diantara banyak pendukung
teori ini terdapat ahli biologi terkenal, Ernst Hackel dan ahli teori
evolusi Thomas Huxley.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silahkan Tinggalkan komentar